Susantika's Site

Blog Entrybacaan sayyidina dalam tahiyat akhir???Mar 2, '08 10:52 AM
for everyone

giniii...

waktu Ika msh TPA..

jamannya SD SMP doeloe tuuuu..

diajarinnya sih gak pake sayyidina sama guru ngaji Qhu... namanyaaa...

hmhm siapa yaa...

duuuuh Lupa lagee...[muUph yaaa pak ;'(      ]

tapi.. temn2 Ika kbanyakan pake.. truz jadi bingngung deyyyh..

and then.. Ika cari tauuu ajah ...

and i'll share this just for you my sweetest friendzz..=)

ada kisah antara Nabi dan salah seorang sahabat Nabi....

gini ceritanya : Nabi mengetes sahabat beliau tentang bacaan tahiyatul akhir, sahabat tersebut melafalkan memakai sayyidina Muhammad....Nabi menegur kenapa memakai sayyidina terus kata sahabat saya menghormati anda, apakah saya salah, dan nabi tidak mengatakan itu salah. sebenernya kata Nabi tidak perlu pakai sayyidina. Nah ini dipake kebanyakan di Organisasi NU memakai sayyidina sedangkan Muhammadiyah tidak memakai kata sayyidina dalam Nama depan Nabi. Ini sedikit contoh na. Kalo aliran sesat itu... kebanyakan keluar dari patokan yang ada, menyimpang dari Rukun Islam dan ada juga penggabungan antar agama seperti, Islam dengan Hindu, Islam dengan Kristen. Aliran-aliran ini memang sudah diramal oleh Nabi Muhammad, beliau bersabda bahwa nanti Islam akan pecah menjadi beberapa aliran, dan hanya satu yang selamat yaitu yang memegang teguh Al quran dan Hadist. Maksud dari memegang teguh Al quran dan hadist, yaitu : mereka yang melaksanakan kehidupan sehari-hari berdasarkan pada Al quran dan hadist.

naah giiitu deh ceritana..

ini siyyh Ika dapt dari someone yang nama na wawan (1976)..

he said like that...

.....

dikutip dari:Iraz Syamil Mohd Zahari bahwa

Tahiyyat/Tasyahud akhir. Membaca tahiyyat akhir juga baiknya dipelihara segala bacaan di dalamnya. Bacaan tahiyyat akhir adalah seperti ini:


"Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. 
Kurniakanlah rahmat dan kesejahteraan Kepada junjungan mulia Muhammad saw dan ke atas ahli keluarga baginda yang mulia, sebagaimana rahmat dan kesejahteraan yang telah Engkau kurniakan kepada Ibrahim dan ahli keluarga Ibrahim. Dan limpahkanlah berkatMu kepada Muhammad dan ahli keluarga Muhammad seperti mana berkatMu kepada Ibrahim dan ahli keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau yang amat terpuji lagi amat mulia."

nota: ungkapan "sayyidina" di dalam  contoh di atas hanyalah sunat hukumnya dan tidak mengapa jika ditinggalkan.

thanks for attention..

hopefully berguna....

 


13 CommentsChronological   Reverse   Threaded
aidavyasa wrote on Mar 2
Nice writin sis. Tentu berguna :)
savikovic wrote on Mar 2
yang penting bukan baca sayyidina apa engga. tapi gimana caranya khusyu dalam sholat dan membuat sholat benar2 menjadi ibadah yang mencegah perbuatan keji dan munkar...
ilhambelo wrote on Mar 2
setuju sama savikovic, itu soal kecil sekali. pake sayyidina boleh, gak pake juga boleh. kalo saya sih gak pake. Nyang penting sholatnya jangan pernah ditingggalin.
susantika wrote on Mar 3, edited on Mar 3
okkkkay deeeh my friendzz..
=)

ika p'nah lho kelupaan sholat
hikshiks...
tapi itu doeloe.. semoga gak ke ulang lagi..
for da future : semoga qita gak p'nah ninggalin sholat
and khusyuk dalam sholat, key!!!

thanks for da comment... for u all
=D
aidavyasa wrote on Mar 3
Aku pernah kelupaan, msh dlm keadaan 'tanggal merah', sholat. Hahaha. Rasanya ya sm aja.
savikovic wrote on Mar 3
aku lupa pernah, ngelupa pernah, males pernah..... semua pernah....
tonyhamidi wrote on Mar 16, edited on Mar 16
Halo Ika. Saya sholat juga pake sayidina. Setahu saya (sok tau ya) artinya yang mulia. Di Indonesia umumnya bermazhab Sunni. Ormas besar spt NU, Muhammadiyah, Persis, dll itu Sunni. Nah yang pake Sayidina biasanya Sunni yang Syafii. Kalaupun kamu gak pake juga gak apa-apa, insya Allah sholat kamu diterima. Semoga kita digolongkan orang yang selamat.
susantika wrote on Mar 17
thanks ton!!=)
gozidni wrote on Mar 20
Thanks....
mawarbangsat wrote on Mar 22
Thanks Ika
susantika wrote on Mar 24
Thanks Ika
you are very wellllllcome..
^_^
indrasr wrote on May 2
ungkapan "sayyidina" di dalam contoh di atas hanyalah sunat hukumnya dan tidak mengapa jika ditinggalkan.
Ya, ini adalah perbedaan kecil yang jangan sampai memecah-belah kaum muslimin, hanya karena masalah sunnah.

Bagi yg menguasai dasar2 bhs. Arab, tentu tidak masalah menggunakan "sayyidina" atau tidak kepada Nabi Muhammad saw., yang artinya "bapak kami / tuan kami".

Nabi Muhammad sendiri digelari "Sayyidil 'Arabiy" yang berarti "Bapak Orang Arab".

^_^

Shukran kak, atas infonya...
didikwahyudi wrote on Jun 11
Barangsiapa mencintai Nabi SAW, maka pasti ia banyak membaca shalawat kepadanya. Buahnya ia akan memperoleh syafaat dan akan dekat dengan beliau di surga. Rasulullah SAW bersabda: "Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku, sebab shalawat kalian menjadi ampunan dosa-dosa kalian, dan tuntutlah washilah bagiku serta tingginya derajat, sebab washilahku merupakan syafaat bagi kalian di hadapan Tuhanku".
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help